PALU – Grafik kasus HIV-AIDS di Sulawesi Tengah terus mengalami kenaikan. Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, sampai dengan April 2024, terungkap kurang lebih 4.023 kasus HIV secara kumulatif. Penularannya lebih dari 90 persen melalui hubungan seks berisiko. Baik hetero seksual maupun homoseksual.
“Melihat kasus HIV-AIDS yang terus naik, maka Fraksi PKS DPRD Sulteng, ingin mempertanyakan, berapa anggaran yang dialokasikan pemerintah dalam APBD 2026 untuk program penanggulangan HIV-AIDS di Sulawesi Tengah,”kata Anggota Fraksi PKS DPRD Sulteng, Dra Hj Fatimah Amin Lasawedi, MSi.
Hj Fatimah, berharap agar upaya preventif terus dilakukan. Masyarakat menurutnya, harus terus diberikan sosialisasi dan pengetahuan tentang HIV-AIDS. Sebab harus diakui, bahwa pengetahuan masyarakat tentang HIV-AIDS masih rendah.
“Sosialisasi juga harus diberikan secara intens kepada masyarakat, khususnya pada anak usia antara 15-24 tahun yang cukup banyak telah tertular. Tentu kita miris dengan data tersebut,”katanya dengan nada prihatin.
Media Sosial yang kian menjamur saat ini, menurut Hj Fatimah hendaknya dapat dimanfaatkan untuk memberikan penerangan kepada masyarakat, serta mengajak masyarakat untuk sama-sama melakukan upaya-upaya pencegahan HIV-AIDS.
Kata Hj Fatimah, bahwa sosialisasi dalam rangka penanggulangan HIV-AIDS, dapat dilakukan secara langsung maupun melalui Media Sosial Gubernur Sulawesi Tengah. Melalui kampanye di Media Sosial, mengajak seluruh pihak terkait dan masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan melawan HIV-AIDS sehingga dapat menekan adanya infeksi baru dan hilangnya stigma serta diskriminasi.
Fraksi PKS kata Hj Fatimah, mengapresiasi dengan teralokasinya, anggaran untuk kegiatan pengelolaan pelayanan kesehatan orang dengan kecanduan napza. Namun Fraksi PKS, belum melihat anggaran yang teralokasi untuk program penanggulangan HIV-AIDS, yang biasanya selama ini dilekatkan di dinas kesehatan, namun secara operasional kegiatannya dilakukan Komisi Penanggulangan HIV-AIDS (KPA).
“Tujuan yang akan dicapai adalah Three Zero tahun 2030, yakni zero new infection, zero diskrimination, dan zero related death aids. Tindak Lanjut dalam kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang HIV-AIDS serta meningkatkan upaya pengendalian dan pencegahan HIV-AIDS di Provinsi Sulawesi Tengah,”tandasnya.(hnf)