Guru di Tatanga Petik Pesan Kepemimpinan dari Kundapil Ketua Fraksi PKS Sulteng

31/10/2026

PALU — Penjelasan mengenai tugas dan kewenangan anggota DPRD menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian peserta kunjungan daerah pemilihan (kundapil) Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag, MH di Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Kamis (29/10/2026).

Bagi seorang guru yang mengikuti kegiatan tersebut, pertemuan itu juga memberikan pelajaran tentang kepemimpinan dan tanggung jawab pelayanan.

Dalam kesan tertulisnya, guru tersebut menilai kegiatan bersama legislator yang akrab disapa Bunda Wiwik itu memberikan manfaat lebih luas daripada penyaluran bantuan. Ia mendapat pemahaman mengenai hubungan antara jabatan, nilai keagamaan, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Beliau tidak hanya menyalurkan dana hibah, tapi juga menitipkan ilmu kepemimpinan yang sangat dalam,” tulisnya.

Pada kegiatan tersebut, Bunda Wiwik menjelaskan tugas, fungsi, dan kewenangan anggota DPRD, serta advokasi yang dilakukan Fraksi PKS dalam mengawal berbagai regulasi di Sulawesi Tengah.

Materi yang disampaikan mencakup ketahanan keluarga, pembahasan isu LGBT dalam konteks regulasi daerah, serta kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Dalam pembahasan peraturan daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Bunda Wiwik menekankan, bahwa Fraksinya selalu memberikan penekanan pentingnya memastikan setiap rupiah anggaran diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Penjelasan itu memberikan gambaran kepada peserta mengenai kaitan antara kerja legislatif dan kebutuhan warga.

Selain materi kedewanan, pesan tentang Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan menjadi bagian yang membekas bagi guru tersebut. Ia mengaitkan permohonan petunjuk dalam Surah Al-Fatihah ayat 6 dengan pesan tentang Al-Qur’an sebagai petunjuk dalam Surah Al-Baqarah ayat 2.

Refleksi itu mendorongnya mengevaluasi kebiasaan ketika menghadapi persoalan pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari. Ia mengaku kerap terburu-buru mencari jawaban dari berbagai sumber, tetapi kurang memberikan perhatian pada pembacaan Al-Qur’an sebagai pedoman.

“Kita rajin baca buku, rajin baca grup WA, tapi lupa membaca Al-Qur’an sebagai sumber solusi,” tulisnya.

Dari materi tersebut, ia juga memetik pemahaman bahwa kepemimpinan perlu diwujudkan melalui tindakan yang memudahkan orang lain memperoleh kebaikan. Jabatan, dalam pandangannya, membawa tanggung jawab untuk melayani.

“Dari sini saya belajar, pemimpin itu bukan untuk gagah-gagahan. Jabatan itu adalah alat untuk memudahkan orang lain dapat kebaikan,” ungkapnya.

Guru tersebut menilai pesan pelayanan itu menjadi hal penting yang dibawanya setelah mengikuti kundapil. Ia berharap kegiatan politik dan pelaksanaan kewenangan wakil rakyat terus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Politik yang berangkat dari doa, pulang membawa manfaat untuk umat,” tulisnya.(hnf)

Guru di Tatanga Petik Pesan Kepemimpinan dari Kundapil Ketua Fraksi PKS Sulteng
Scroll to top