TRIBUNPALU.COM, PALU – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan bahwa saat ini masyarakat Sulawesi Tengah masih dalam posisi tertinggi soal kemiskinan.
Hal itu disampaikan dalam agenda jawaban fraksi terhadap pandangan Gubernur Sulteng.
Saat dikonfirmasi lewat ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Wiwik Jumatul Rofiah, ia mengatakan bahwa ukuran kemiskinan masyarakat dapat dilihat dari berbagai aspek.
Mulai dari belum meratanya pendidikan, jaringan internet yang belum masuk ke wilayah terpencil, hingga pendapatan masyarakat.
“Contoh berani cerdas yang belum bisa di akses penuh oleh anak sekolah di daerah terpencil. Belum lagi masih banyaknya pengangguran,” katanya kepada awak media seusai paripurna.
Tak hanya itu, ia juga menyebut bahwa indikator kemiskinan dapat dilihat dari program lainnya yaitu berani sehat.
Legislator asal Kota Palu itu mengatakan bahwa kesehatan juga harus dapat diakses oleh seluruh masyarakat Sulteng termasuk warga miskin.
“Kesehatan harus bisa di akses orang miskin juga,” jelasnya.
Berdasarkan paparannya itu, ia menegaskan bahwa melihat dari indikator tersebut, masyarakat Sulawesi Tengah masih memiliki angka kemiskinan yang cukup tinggi.
Sebelumnya dikabarkan bahwa Gubernur Sulteng, Anwar Hafid mengatakan bahwa angka kemiskinan di Sulteng telah turun ke angka 10,52 persen.
Capaian itu berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada september 2025 di bawah kepemimpinan Anwar Hafid.
Dalam data itu, fokus utama Anwar Hafid dalam menekan angka kemiskinan diantaranya melalui perbaikan 78 ribu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), peningkatan SDM (BERANI Cerdas), dan penataan kawasan kumuh, dengan target penurunan hingga 5 persen. (*)